Waspada Investasi Bodong Semakin Marak di Negeri Ini

Investasi Bodong, Investasi , Penipuan.

Waspadai Investasi Bodong Semakin Marak

            Investasi menjadi salah satu pilihan yang saat ini sedang marak terjadi dimana masyarakat ingin uang atau hartanya dapat tumbuh dan berkembang supaya semakin lama uang semakin banyak. Namun, bila yang anda ikuti adalah investasi bodong maka bodonglah uang anda alias hangus. Sehingga harapan anda uang tumbuh 5%-15% per tahun malah menjadi nol. Sayangnya lagi produk Investasi yang seperti ini jarang mendapatkan tanggung jawab karena ya memang sudah bangkrut mau mengganti dengan apa? .

            Bila kita lihat dari yang sudah terjadi dimana Investasi bodong berkedok sebuah usaha yang memiliki prospek panjang dan teratur misalkan saja Peternakan ayam, bebek, Sapi ataupun kambing dengan pengembalian investasi berupa bagi hasil antara pemodal dan juga pengembang. Oleh karena itu masyarakat atau bahkan anda mungkin memiliki pengalaman tentunya merasa tertarik karena bisnisnya memang teratur seperti sapi contohnya bila yang menjadi objek adalah susu sapi tentunya dengan harga jual Rp.7000/liter dan biaya produksi adalah Rp.4000. maka Rp.3000 adalah profitnya. Nah bila komoditas yang memang laku pasti investor tertarik apalagi bila paket investasinya kecil.misalkan hanya Rp.500 ribu atau Rp,1 juta per paket.

            Dalam analisis yang saya cermati di beberapa kejadian ada beberapa penyebab mengapa sebuah investasi menjadi bodong alias penipuan atau Scam. pertama, sang pengembang atau pemilik program Investasi belum sepenuhnya siap menjalankan sebuah bisnis dengan beban produksi yang lebih besar. Maksudnya disini adalah ketika dia dalam sehari hanya mengurus 20 Sapi perah kini dengan adanya investasi dia harus mengurus 100 sapi perah. Tentunya dia harus menambah tenaga kerja hingga 5 orang dan juga kandang yang lebih besar dan juga makanan yang biayanya lebih besar. Ketidaksiapan yang awalnya dianggap sepele akhirnya tidak mampu memabayar hasil investasi sesuai dengan waktu jatuh tempo. Alhasil bukannya fokus pada produksi oleh karena sangat pas bila sang pengembang membuat aturan bahwa produksi dimulai H+60 hari maksudnya supaya pengembang menyiapkan segala infrastruktur pendukung.

            Kedua, kurangnya transparansi dan pembuktian secara otentik. Maksudnya ya apakah ada laporan keuangan pengembang yang berani di share kepada seluruh investor? Apakah sebelum anda deal untuk investasi ada perjanjian kerjasama yang dibuat di depan Notaris atau setidaknya ditanda tangani diatas materai? Bila anda jeli dan juga cermat seharusnya anda mempertimbangkan hal ini juga apalagi bila anda membeli paket investasi dengan nominal besar misalkan Rp.20 juta keatas. Bila seperti itu yang terjadi pengembang tidak akan main-main dengan dana anda apalagi kabur dengan membawa uang yang ingin anda investasikan. Disisi lain, dengan keamanan dan kepastian anda bisa tenang dan fokus pada karir anda.

            Ketiga, jumlah yang diberikan cenderung pasti dan investor tidak diberikan hak untuk memutuskan pendapat . disinilah perbedaan antara investasi bodong dan Investasi Saham dimana Investasi bodong hanya bicara hasil dan keuntungan yang anda peroleh. Namun tidak untuk penentuan langkah bisnis. Jadi apabila pengembang melakukan blunder investor tidak bisa apa-apa. Padahal mungkin saja Investor yang memiliki pengalaman dan pendidikan bisnis mampu memberi pengarahan yang lebih baik dan mampu tercapai target Investasi anda.

            Keempat, Investasi bodong memiliki domisili dan alamat yang tidak jelas. Mungkin factor ini tidak mewakili semuanya namun perlu juga kita amati apakah bila pengembang memiliki kantor, kantor tersebut welcome atau terkesan tidak ada aktivitas atau malah selalu tutup. Kemudian cek lokasi investasi yang sedang dikembangkan itu siapa tau bukan dia pemiliknya. Cukup lakukan cek rutin setidaknya 6 bulan sekali. Dan pastikan juga sang pemilik tetap dalam pantauan anda.

Kesimpulan

            Investasi saat ini adalah kebutuhan untuk merencakan masa depan kita mungkin untuk kebutuhan Kuliah anak anda atau mungkin untuk keperluan pension anda. Namun perlu pula kita memperhatikan bahwa banyak program Investasi yang ternyata adalah tipu-tipu alias Investasi bodong.

            Dari analisis yang saya cermati setidaknya ada 4 faktor yang harus diperhatikan bila ingin tidak tertipu dengan program investasi apalagi bila bukan perusahaan bonafide yang menawarkan yaitu lihatlah kesiapan dari pengembang apakah dengan membuka paket investasi, dia juga menyiapkan infrastruktur dan tenaga kerja atau tidak. Kedua, lihatlah transparansi dan juga legal relationship antara investor dan pengembang. Ketiga, lihatlah bagaimana pengembang meminta partisipasi dari investor dalam menentukan langkah. Biasanya pengembang yang tertutup memiliki kecenderungan gagal yang lebih tinggi karena mungkin pengalaman dan tekanan yang belum terbiasa mereka terima. Dan yang keempat adalah cek selalu perkembangan bisnis pengembang apakah benar-benar berjalan atau tidak.

            Akhir kalimat, bila anda yakin dan percaya tentunya anda harus berfikir secara jernih karena investasi bukan hanya masalah profit dan Break even Point (BEP) tapi juga masalah kesinambungan, persaudaraan dan saling tolong-menolong. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s